You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Melonggok Perguruan Tunggal Pitung Jatayu Gencar Lestarikan Silat Cingkrik
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Perguruan Tunggal Pitung Jatayu Ikut Lestarikan Silat Betawi

Masyarakat Betawi identik dengan kemahirannya bermain silat. Tak heran, hingga saat ini masih banyak perguruan-perguruan silat Betawi yang berupaya melestarikan warisan leluhur yang sangat bernilai ini.

Kami terus menjaga filosofi pintar mengaji dan rendah hati

Adalah Perguruan Tunggal Pitung Jatayu di RT 07/03, Kelurahan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, yang telah turut andil agar generasi muda bisa mempelajari silat Betawi. Perguruan ini didirikan pria bernama Tarman (62) yang juga akrab disapa Baba Aman pada tahun 1972.

Mereka yang belajar silat Betawi beraliran Cingkrik di Perguruan Tunggal Pitung Jaya harus bisa menguasi 12 jurus andalan yakni, Langkah Satu, Jurus 1, Jurus 2, Jurus 3, Jurus 4, Pembuka Satu, Sauk, Macan, Singa, Blokbek, Rambek, dan Longgok.

Filosofi Pandai Mengaji dan Pencak Silat Bakal Digencarkan

Kepada Beritajakarta.id, Baba Aman menuturkan, dirinya sudah mempelajari silat Betawi ini sejak berusia lima tahun dari gurunya yang bernama Haji Abdul Majid. Silat beraliran Cingkrik, dengan ciri keluwesan gerakan tangan dan kaki. hingga saat ini tetap mempunyai daya tarik tersendiri baginya.

"Semakin hari, kecintaan saya terhadap seni budaya Betawi semakin bertambah," kata Aman, baru-baru ini.

Menurutnya, mempelajari silat di perguruan yang dipimpinnya tidaklah sulit, asalkan ada niat dan kemauan kuat untuk belajar. Terlebih Perguruan Tunggal Pitung Jatayu tidak mematok besaran tarif dari pelatihan yang diberikan kepada para murid.

"Bagi yang mau belajar pertama kali harus diantar orang tuanya. Kemudian, mengisi formulir dan membayar Rp 5 ribu, itu saja," tuturnya.

Murid-murid, lanjut Aman, tidak hanya diajarkan untuk memiliki kemampuan bela diri. Tapi, mereka juga akan diberikan pemahaman tentang nilai-nilai luhur dalam kultur masyarakat Betawi.

"Kami terus menjaga filosofi pintar mengaji dan rendah hati. Kalau ada murid yang menggunakan kemampuanya untuk berbuat tidak baik seperti tawuran, maka akan dikeluarkan dari perguruan," imbuhnya.

Dijelaskan Aman, saat ini murid yang belajar berjumlah 400 orang dengan 40 pelatih. Perguruan Tunggal Pitung Jatayu sudah sering mendapat undangan untuk mengisi acara baik di masyarakat umum maupun instansi pemerintah.

"Saya sendiri masih aktif mengajar, meskipun tidak sesering dulu. Sebab, saat ini lebih banyak mengawasi saja," terangnya.

Aman berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada sanggar-sanggar maupun perguruan yang terus berupaya melestarikan seni dan budaya Betawi.

"Bagi kami, setidaknya pemerintah bisa memberikan perhatian kepada tenaga pengajar," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4845 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2981 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1780 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1769 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1740 personNurito